|
Yamaha Scorpio JOGLOSEMAR... |
|
|
|
|
Written by Purnomo
|
|
Monday, 16 June 2008 |
|
Seperti telah direncanakan sebelumnya, alhamdulillah pada hari Sabtu 14 Juni; YSC-Semarang menerima kunjungan dari YSC Jogja & YSC Surakarta. Dari Jogja, datang 3 motor Scorpio, dan dari Surakarta datang 7 motor Setelah rombongan tamu beristirahat sebentar di YMKI Semarang, kemudian diboyong menuju lokasi eksekusi makan malam, di warung makan ayam goreng mBak Sri, di Jln. MT. Haryono. Sambil menunggu pesenan disiapkan, terjadilah obrolan-obrolan santai, tapi kalo dilat dari esensi yang dibahas, ternyata sungguh beraat..beratt..
Topik utama adalah (ingat ya, ini dibicarakan sambil guyon, canda-tawa, senda-gurau, towel-towel & cubit-cubitan – halah.. tapi tetap menjaga semangat saling hormat-menghormati, dan kebebasan berbicara & berpendapat..- hihihihih.. sorry, nglantur..)
1. Tercetus adanya konsep untuk lebih memperkuat jalinan brotherhood & silaturahmi di antara YSC Jogja, YSC Solo (a.k.a, YSC- Surakarta), & YSC Semarang; yang kemudian lebih enaknya disingkat JOGLOSEMAR…. Tanpa bermaksud membentuk club scorpio baru, dan untuk lebih memperkokoh silaturahmi, dan menyatukan persepsi akan beberapa hal, karena kebetulan 3 klub tersebut berada dalam lingkungan regional yang saling berdekatan.. 2. Menyatukan persepsi dan sepenuhnya mendukung Acara Kenduri Nasional Scorpio yang akan diadakan oleh IMSI (Ikatan Motor Scorpio Indonesia) pada tanggal 2 -3 Agustus 2008, di Bogor. Dan berharap agar tidak terjadi acara dengan tema serupa, sehingga tidak akan memecah belah persatuan & kesatuan antara Klub & Komunitas motor Scorpio. 3. Menyambut baik dan support sepenuhnya rencana para Pengurus IMSI untuk mengadakan turing ke wilayah Jawa Tengah – Jawa Timur, untuk mensosialisasikan dan memantapkan dukungan bagi terselenggaranya Kenduri Nasional Scorpio.
Acara di warung mbak Sri diakhiri dengan situasi yang panas, dikarenakan hampir semua yang datang mencoba menu menu oseng-oseng mercon (mercon = petasan..) – oseng-oseng tempe yang dicampur cabe rawit dengan jumlah yang gak keitung; dan memang pedasnya gak karuan-karuan..
Setelah situasi mulai mereda & normal, sekitar pukul 11 malam, rombongan kemudian diajak rolling seputar Semarang, dan kemudian di bawa ke Bandungan, menuju lokasi penginapan.
Demikian laporan.. Sayangnya, penulis tidak bisa ikut menginap di Bandungan karena kebetulan ada anggota keluarga yang sedang sakit, sehingga tidak bisa meninggalkan rumah lebih lama. |
|
Last Updated ( Friday, 20 June 2008 )
|